Kuliner

Tren Makan Paling Buruk di 2025 Versi Redaksi Eater

dessertreport.com – Tren makanan pada tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang menarik, meskipun ada beberapa aspek yang diharapkan dapat dikurangi pada tahun 2026. Berbagai restoran dan kafe muncul, menawarkan inovasi dalam kuliner, termasuk perpaduan rasa yang berani dan bakeri yang mengejutkan. Namun, sejumlah kritikus memperhatikan bahwa beberapa praktik dalam dunia kuliner justru membawa pengalaman bersantap menjadi kurang personal.

Menurut Stephanie Wu, seorang editor, fenomena pemesanan melalui tablet dan menu QR code mengurangi interaksi manusia dalam pengalaman bersantap. Begitu juga dengan Ben Mesirow yang menegaskan bahwa aplikasi istimewa untuk sebuah restoran dapat menjadi tidak nyaman dan hanya berfungsi untuk pengumpulan data konsumen.

Matthew Kang mengungkapkan bahwa hidangan utama mulai kehilangan daya tarik, di mana hidangan pembuka menjadi sorotan. Selain itu, Paolo Bicchieri menyoroti kebiasaan konsumen yang lebih tertarik pada konten digital dibandingkan menyantap makanan secara langsung, sesuatu yang dianggap mengganggu suasana.

Fenomena lain yang menuai kritik adalah munculnya restoran yang mengutamakan pameran status daripada kelezatan makanan itu sendiri. Bettina Makalintal mengamati bahwa toko bahan makanan mewah dan restoran mahal sering kali lebih didorong oleh kepentingan sosial ketimbang kualitas kuliner.

Sementara Hilary Pollack mengeluhkan tren wine bar yang menyajikan hidangan kecil dengan harga tinggi, membuat pelanggan merasa tidak puas meski telah membayar mahal. Emily Venezky juga menyentuh tentang hiburan berlebihan saat bersantap yang kadang mengalihkan perhatian dari makanan itu sendiri.

Dengan adanya tantangan-tantangan ini, penting bagi industri kuliner untuk mengembalikan fokus pada kualitas makanan dan pengalaman bersantap yang lebih memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *